Segenap Keluarga Besar Pemerintah Desa Latukan, Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1438 H. Minal Aidin wal Faizin (Mohon Maaf Lahir dan Bathin)

Sabtu, 15 Desember 2012

Demo Perangkat Desa Berakhir Ricuh



Hari ini, Jumat, 14 Desember 2012, ribuan perangkat desa yang tergabung dalam Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) dan Aliansi Perangkat Desa berunjuk rasa di depan Gedung DPR RI. Aksi unjuk rasa itu didasari keinginan dari para perangkat desa ini agar RUU tentang pengangkatan Pegawai Negeri Sipil (PNS) segera disahkan. Nantinya aksi demo para perangkat desa tidak hanya akan berlansung sekali saja namun bisa berlanjut hingga Senin pekan depan. Akibat aksi demo para perangkat desa ini, area Jakarta sekitar wilayah Gedung DPR RI mengalami kemacetan parah hingga belasan kilometer. Tidak hanya berhenti di situ, para perangkat desa yang hanya menerima upah sekitar Rp. 500 ribu per bulan itu sempat melakukan aksi anarkis. massa para perangkat desa yang diikuti oleh Kades dan bawahannya itu masuk ke jalan tol dalam kota dan jalan arteri di Jl. Gatot Subroto. 
 
Mereka mencabuti tanaman-tanaman pembatas jalan tol, merusak pagar besi pembatas jalan tol, dan membakar ranting-ranting di tengah jalanan di seberang gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta. Kerumunan massa pendemo itu menutup dua ruas jalan tol dari arah Slipi ke Senayan dan sebaliknya. Pagar besi yang memisahkan jalan tol dan arteri juga dirusak. Setelah berdemo, massa berpindah ke depan Gedung BPK lalu melakukan aksi yang sama dengan membakar ranting-ranting di tengah jalan. Untuk mengamankan aksi unjuk rasa para perangkat desa ini, sebanyak 350 personel kepolisian telah berjaga-jaga di sekitar lokasi demo. Pengamanan aksi ini di kawal langsung oleh Kapolres Jakarta Pusat Kombespol Angesta Romano Yoyol dan Kapolsek Tanah Abang AKBP Suyudi Ario Seto.
Kami sendiri selaku pemerintah desa juga turut prihatin dengan kejadian anarkis yang dilakukan oleh kawan-kawan kami yang mengikuti demonstrasi, seyogyanya dari perwakilan pendemo dan juga pejabat berwenang duduk bersama sehingga menghasilkan keputusan yang melegahkan kedua belah pihak yang berkepentingan. jadi kegiatan semacam itu tidak sampai merugikan banyak orang.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar